mengejar cinta yulianto

Dalam gelapnya malam itu Yulianto, adalah nama suatu sosok sahabat yang baik dia sekarang tengah bersekolah di salah satu sekolah menengah atas di kota Pangandaran ini, Yulianto adalah sosok Pria yang tampan, cerdas dan berpengetahuan mendalam itulah hal yang membuat, Karnati,salah seorang gadis juga teman sekelas dari yulianto membuatnya jatuh cinta, tetapi Yulianto bukanlah pria yang mudah jatuh cinta, dia adalah sosok pria yang sangat

  1. teramat tertutup, apalagi dengan wanita ,dengan temannya sendiri dia juga jarang mau berkomunikasi, mungkin sebagian orang beranggapan bahwa yulianto memiliki ilmu magic, tetapi sebenarnya dia tidak mempunyai apa-apa, hanya iman didalam dirinya yang dia punya. bahkan semua orang dikampunya semua membicarakan dia, mereka begitu heran kenapa setiap kali dia bertemu dengan orang dia selalu bersikap acuh tak acuh dan tidak mau menyapa orang itu.Yulianto kini duduk dikelas 3 SMA, Sedangkan Karnati, gadis yang mencintainya, kini duduk dikelas 2 SMA, setiap detik setiap waktu wajah yulianto yang senantiasa selalu menemani kesendirian karnati didalam lamunanya, karnati begitu sukar untuk mengungkapkan pada yulianto bahwa dia sangat bahkan teramat mencintainya, karnati hanya bisa menitipkan salam ke teman-temanya untuk disampaikan kepada yulianto, namun yulianto tidak sama sekalimembalas salam itu, dia sungguh sangat agresif, sampai suatu ketika Karnati memberanikan diri untuk mendatangi rumahnya Yulianto. Hari Minggu, 4 November 2007 jam 12 siang karnati dan kedua temanya mengendarai motor bertiga mendatangi rumah yulianto, saat itu yulianto tengah berada dirumah berdua bersama Pangeran Adas sahabatnya, ketika itu semua keluarga yulianto sedang pergi keluar rumah, lalu karnati berhenti didepan rumah yulianto,lalu sambil berjalan kedepan dan mengetuk pintu, Yulianto sudah mengetahui hal itu sebelumnya bahwa karnati telah datang kerumah dan menghampirinya, yulianto kemudian bertekad dan berkata kepada Pangeran adas, “Ya Pangeran adas sahabatku, alangkah terpujinya andika apabila tiada akan membukakan pintu,sesungguhnya aku tengah dicari oleh tiga sosok wanita yang salah satunya mencintaiku” kemudian Sang Pangeran adas menjawab,”Ya Yulianto, aku akan teguh menjaga persahabatan kita, sesungguhnya aku termasuk kedalam golongan orang-orang bodoh apabila aku menghianatinya” Lama karnati menunggu dan mengetuk pintu namun selama itu pula tiada insan dari dalam rumah yang datang menyambut kedatanganya, kemudian karnati dan kedua sahabatnya beranjak pulang meninggalkan rumah yulianto dan kota santri ini. Hari berganti hari seolah waktu semakin cepat berlalu,tanpa terasa sekolah Yulianto telah memasuki ambang kelulusan, suatu ketika, disaat yulianto berangkat sekolah kesiangan, ketika itu ditempat parkiran motor, tiba-tiba karnati datang seorang diri dari arah kiblat kemudian menuju dan menyapa yulianto, “Hai, To,,, kamu baru berangkat ya, ini udah siang loe, disekolah udah pada baris dilapangan” Yulianto menjawab: “oh ya? kenapa juga antum masih disini? karnati : “yeh…itu juga aku ngga masuk”Yulianto : “oh ya? ya udah aku masuk duluan ya,” Karnati:”Tunggu….!?” Yulianto:”apalagi?” Karnati:”To, sesungguhnya aku ingin sekali berbicara satu hal sama kamu dan itu hal yang aku dari semenjak aku kenal kamu dulu aku ingin sampaikan, kamu harus dengarkan ya to!” kemudian mereka berdua duduk diatas bangku dibawah pohon beringin yang rindang diiringi dengan hembusan angin dipagi hari yang turut serta menemani mereka dikala itu.Karnati: “To, memang cita-cita itu adalah suatu keinginan seseorang untuk dapat mengubah jalan hidupnya dan karena cita-cita itu, seseorang harus rela melakukan apa saja demi itu, tetapi karena itu bukan berarti orang itu tidak perlu bimbingan dari orang lain dan tidak perlu cinta kasih, aku sudah mendengar semua perasaanmu saat ini To, dari sahabatmu pangeran Adas, satu hal yang ingin aku lakukan kepadaku dipagi hari ini,adalah membantumu setulusnya dan mengubah cara hidup yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak pernah berfikir tentang orang lain dan tidak pernah menganggap adanya cinta kasih yang tulus. To, semenjak dulu pertama kali aku bertemu denganmu aku merasakan hal yang berbeda dari yang lain aku merasakan bahwa dirimu adalah sosok terang dalam sisi gelapku yang datang disaat aku butuh cinta, namun dirimu sungguh-sungguh sangat agresifkamu tidak pernah sama sekali memikirkan apa itu cinta dan kesetiaan, yang ada dibenakmu adalah hanya cita-cita yang mungkin tiada akhirnya, aku selama ini terus berusaha mendekatimu walaupun bagaimana caranya. To, aku juga bukan seorang yang mengerti tentang tatakrama dalam kehidupan duniawi ini, aku hanya sosok yang ingin berusaha mengubah jalan hidupmu yang terpuruk dalam kesendirian tiada akhir.To, bisakah engkau memahami semua ini?” Dengan hati yang tergesa-gesa kemudian yulianto berusaha menjawab semua tutur kata yang diucapkan oleh karnati yang begitu berkepanjangan, “Iya…iya…iya… aku tahu kar,, mungkin hatiku selama ini telah terbutakan oleh hawa nafsuku sendiri, sehingga aku tidak bisa merasakan bahwa selama ini ada sosok bidadari cantik dan baik hati yang senantiasa selalu merindukan keberadaanku yang tak menentu ini.aku meminta maaf kepadamu kar, karena selama ini sikapku terhadapmu terlalu agresif bahkan ke semua orang, kamu mau kan membantuku untuk menjadi pria sejati? yang bisa dicintai dan mencintai?” Karnati:”kenapa tidak? memang itu sudah menjadi tekadku sedari dulu, ingin sekali melihat pangeran pujaan hatiku menjadi sosok pria yang sejati yang tidak mementingkan kepentinganya sendiri,” Yulianto: “Kamu berjanji?” Karnati : “iya”Ternyata dibalik perkataan yulianto kepada karnati itu semuanya menyimpan dusta, malam itu yulianto menceritakan semua kejadian yang menimpanya tadi siang kepada Pangeran Adas sang sahabatnya,. Yulianto : Ya Pangeran Adas sahabatku,sesungguhnya aku ini adalah golongan orang yang teramat sulit mencintai dan dicintai,entah setan apa yang tengah merasuki jalan fikiranku saat ini sehingga aku sulit sekali menerima kedatangan Karnati, bidadariCantik dan baik hati yang selama ini senantiasa selalu merindukan dan menginginkan aku untuk berubah, menurut kamu jalan apa yang terbaik buatku ya pangeran adas sahabatku?” Pangeran Adas : “Ya Yulianto sahabatku aku sebagah kawan pastinya akan memberikan hal yang terbaik buatmu, benar kata karnati, kamu itu harus mengubah jauh hidupmu lebih baik dari yang sekarang ini, kamu harus bisa berfikir dewasa bahwasanya kamu hidup didunia initidaklah hanya sendiri, tetapi banyak sekali diluar sana yang membutuhkanmu, dan satu hal yang mesti kau ingat, Tuhan tidak akan memberikan sesuatu jika engkau tidak memintanya. mungkin kurangnya iman dihatimu yang membuatmu termenung sendiri dalam lamunan yang tiada akhir.” Yulianto : “iya mungkin Das, aku perlu mengasingkan diri untuk beberapa waktu, besok setelah pengumuman kelulusan aku akan kuliyah di Jakarta dan tinggal disana.aku minta satu hal padamu das, jelaskan semua ini pada karnati, bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan, aku tidak bisa mencintai karnati aku merasa aku tidak cocok untuk bersanding denganya, dia wanita cantik dan baik hati yang pernah aku kenal , katakan padanya masih banyak lelaki yang lebih baik dariku diluar sana” Pangeran adas : “Insyaallah aku akan sampaikan salamu pada karnati.”hari berganti hari seolah waktu cepat sekali berlalu, hari kelulusanpun tiba, ternyata semua siswa lulus semua, dan tinggal menunggu hari pesta dan perpisahan, namun yulianto nampaknya tidak akan menghadiri hal itu, dia berangkat ke Jakarta lebih cepat dan tidak memberi tahu kepada seorangpun. Waktu itu hari perpisahanpun tiba, semua siswa diwajibkan memakai pakaian pokok dan Jas, seperti biasa Pangeran adas selalu berangkat berduabersama yulianto, ketika itu pangeran adas mendatangi rumahnya Yulianto, lalu pangeran terkejut ketika mendengar yulianto telah hijrah ke Jakarta, lalu pangeran berangkat ke sekolah sendirian. Pagi itu suasana di gedung sekolahan begitu ramai oleh siswa dan wali siswa serta pengunjung yang datang ke sekolahan, ditengah suasana ramainya pesta, kemudian pangeran bertemu dengan karnati, lalu karnati bertanya, “Mana Yulianto? tumben ngga bareng kamu?Pangeran : “Kar,,, Yulianto telah pergi.” Karnati: “pergi kemana? kenapa kamu ngga bilang – bilang sama aku?” Pangeran: “aku juga ngga tau kar, tadi pagi sewaktu aku datang menghampiri yulianto, ibunya bilang bahwa dia sudah berangkat ke Jakarta, dia akan kuliyah disana, sebelumnya dia juga sudah menceritakan semua ini kepadaku namun aku tidak pernah menyangka bahwa dia akan pergi secepat ini meninggalkan kita semua,beliau titip satu hal kepadaku untukmu, kamu itu wanita yang cantik dan baik hati, diluar sana masih banyak yang lebih baik dari Yulianto,kamu harus bisa melupakan yulianto dan berusaha mencari yang laing.” semenjak itu karnati menjadi tertutup dan jarang mau bicara, Pangeran adas lah salah satu orang yang selalu senantiasa menemani keseharianya, kini keduanya telah lulus sekolah, Pangeran adas bekerja sebagai salah satu karyawan di suatuperusahaan ternama di kota Pangandaran ini, sedangkan karnati mulai buka usaha sendiri sebagai pembuat kue kering. setiap saat Pangeran adas dan karnati selalu menghabiskan waktunya bersama-sama, hingga suatu saat tumbuhlah rasa cinta diantara keduanya, waktu terus berjalan hingga hubungan mereka di teruskan ke jenjang pernikahan, kini keduanya telah resmi menjadi suami istri, ternyata usaha kue kering mereka berjalan begitu pesat,hingga sampai di jual keluar kota Pangandaran. Waktu terus berjalan hingga suatu ketika mereka dikaruniani seorang anak perempuan yang begitu cantik, anak itu diberinama Sayidah El syamsa. Disisi lain Yulianto yang kini tinggal di kota Jakarta, diapun menjadi orang yang pintar, dia berhasil menciptakan lapangan kerja sendiri, dia membangun sebuah Toko Elektronik yang lumayan besar itu semua memang hasil jerih payahnya sendiri,Yulianto sampai saat ini belum mempunyai kekasih apalagi istri, kuliyahnya telah lulus setahun yang lalu dan kedua orang tuanya diboyong ke Jakarta. tetapi Yulianto bukanlah sosok kacang yang lupa akan kulitnya dia selalu teringat kampung Glugu Duwur dan tentunya kota Pangandaran yang indah ini, suatu ketika yulianto berencana pergi menemui kampung halamanya dulu, nampaknya didalam hatinya masih terganjal sosok karnati,.Yulianto pergi sendirian, dia tidak membawa mobil pribadinya melainkan dia naik bus kota, sesampainya di terminal pangandaran lalu dia beralih ke mobil lain dan menuju kampung Glugu Duwur, desa Sidomulyo, sesampainya didepan warung Bu Dewi dia turun dan disana nampak sosok karnati sedang menggendong anak kecil, tiba-tiba karnati terkejut melihat kedatangan yulianto dan karnati menghampirinya, dia menyapa Yulianto,”Mas Yuli, ini benar Mas Yuli? gimana kabarnya mas?” Yulianto begitu terkejut melihat karnati menggendong seorang anak lalu dia menjawab “Alhamdullilah baik, kamu sendiri bagaimana kabaranya? ini adik kamu ya?” Karnati begitu was-was dan berkata :”a….a….a…. bukan , ini anaku” ketika itu yulianto begitu tidak percaya, sambil bertanya kembali : “oh ya? kapan kamu nikah? kenapa ngga kabari aku?” Karnati menjawab : “aku menikah sudah lebihdari 3 tahun dulu aku tidak tahu tempat tinggalmu sehingga aku tidak memberi undangan terhadapmu” Yulianto: “oh begitu ceritanya, mungkin Tuhan sudah berkehendak demikian bahwasanya aku tidak bisa menghadiri pernikahan sahabatku, ya udah aku mau pergi dulu ya!” karnati menjawab:” mau kemana?” Yulianto : “kerumah sahabatku Pangeran adas” Karnati:”Ya ampun mas, aku lupa kasih satu hal kepadamu, bahwa Pangeran adas sekarang telah menjadi suamiku”Yulianto: “haaaah??” dia begitu terkejut, kemudian mereka berdua menuju rumah sang Pangeran adas, mereka bertemu . Yulianto langsung memeluk Pangeran sambil berkata, “Ya Pangeran adas sahabatku, sudah lama nian tora ngga ketemu” Pangeran: “ya sahabatku, ada angin apa gerangan sampai membawamu kembali ke kota Pangandaran ini?” Yulianto:”ngga apa-apa aku cuma kepengin saja melihat tanah kelahiranku, ternyata masih sama ya dari yang dulu,oh ya selamat ya atas pernikahan kalian berdua, semoga langgeng sampai ajal yang memisahkan kalian, dan aku ngga menyangka ya, ternyata kamu dulu si pengantar pesan sampai nikah sama karnati, ha..ha..ha” Pangeran:” ah kamu bisa saja, oh ya antum mau tinggal lebih lama kan di Pangandaran? tinggalah dirumahku!” Yulianto: “Iya terima kasih atas budi baik kalian, tapi aku tidak bisa berlama-lama disini, dijakarta sana masih banyak pekerjaanyang aku selesaikan, selamat berbahagia ya buat kalian berdua, aku pulang, Assalamualaikum… Pangeran & Karnati : “Walaikum salam” Dari kisah ini kita bisa menyimpulkan bahwa kita tidak boleh menyia-nyiakan seseorang yang telah berbuat baik dan mencintai kita walaupun bagaimana bentuk dan rupa orang tersebut, dan kita juga tidak boleh mementingkan diri sendiri bahwasanya diluar sana masih banyak orang yang membutuhkan kita… 😉 :>karya ini dipersembahkan khusus untuk mengenang kisah sahabatku Toto Yulianto

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s