surat media untuk sariman

Jum’at, 13 April 2012 | Sepucuk Surat Untuk Sariman Dari Sahabat Abeng Irwan | SatriaPrumpung Official Site……Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh, Salam Hormat dan salam sejahtera buat sahabatku Sariman di Sidareja – Cilacap, Semoga Allah tetap bersama kita…. “Man, gimana kabarmu disana? moga dalam keadaan sehat walafiat ya, salam juga buat keluarga dan para sahabatmu disana, Man, aku sengaja menulis surat media ini hanya ingin memberitahukan suatu hal padamu tentang
bagaimana keadaan kehidupan remaja di daerahku ini,Man, Mungkin yang aku katakan sulit dipercaya olehmu tapi aku berkata yang sejujur-jujurnya kepadamu tanpa dilebih- lebihkan dan dikurang- kurangkan, langsung aja ya Man,didaerahku seorang anak perempuan itu sudah ngga aneh lagi mengenakan pakaian yang diatas lutut, bahkan itu sudah menjadi hobi, bahkan ke pasarpun mereka memakai pakaian
yang serba minim bahkan ada satu dari sekian sahabat perempuanku berkata “Aku ngga suka pakai Rok, Ribet” Dan ketika malam tiba mereka paling anti kalau ngga keluar rumah, berkeliling sambil mencari perhatian dan mereka selalu berbesar diri dengan mengendari motor besar “Pokoknya kalau ngga VIXION ngga” bahkan ada satu pengalaman ketika aku mau ketemuan dengan seorang wanita, wanita itu bertanya padaku, “Motor kamu
apa?” aku menjawab : “Supra” lalu wanita itu berkata kembali “Ah, masa hari gini Supra? Vixion atuh, ngga jadi deh ketemuanya”Dia lebih cenderung memikirkan harta dibandingkan tampang dan cinta, ya seperti itulah. Kemudian sama bahasa sendiri juga mereka malu menggunakanya, mereka justru menggunakan bahasa orang lain yang lagi tenar, apa begitu juga ngga sombong??? Dan Persis hari ini, Jum’at 13 april 2012 masa 14 November 2007 terulang kembali ketika itu aku didatangi oleh seorang wanita yang mencintaiku, namun aku tak mau dan hari ini lebih parah dari itu,tadi siang pas aku lagi kerja kata mamah aku ada seorang wanita cantik datang membawa sebongkah sesuatu diberikan untuk mamahku, mamahku begitu heran siapa wanita itu? lalu wanita itu menjawab “Aku Temanya Abeng” Man, Coba kamu pikir, wanita sekarang itu benar-benar sudah ngga
punya malu masa datang ke rumah seorang lelaki? Rupanya cukup sekian man surat dariku, lain kali disambung lagi.
dari sahabatmu – Abeng Irwan – TAMAN ISTANA LANGIT

kisah tiga sahabat

Wahyu Iskandar, itulah nama lengkapku kawan, semasa kecil dulu, aku mempunyai 2 orang sahabat yang pernah tinggal satu lingkungan bersamaku, kami bertiga begitu berbeda adat dan kebudayaan, Temanku yang satu bernama Andrian,dia asli orang Minang, rumahnya dulu di kota Padang, dia bersama kedua orang tuanya pindah ke Pangandaran, lantaran terhempit masalah ekonomi, sedangkan yang satunya bernama Rindiani, dia adalah orang Sunda yang terlahir dan besar di Tanah Jawa (Majenang,Cilacap), dia pindah ke pangandaran juga mungkin masalah yang demikian,
Sedangkan aku sendiri kawan, aku adalah asli orang Jawa, aku dilahirkan di Tanah Pasundan (Pangandaran) dari
kedua orang tuaku yang juga terlahir di Tanah Pasundan, namun konon katanya Kakek aku berasal dari Tanah Jawa (kebumen). Kami bertiga, Wahyu,Andrian dan Rindiani adalah kawan sejalan di suatu perkampungan bernama Prumpung,desa Sidomulyo,
Kecamatan Pangandaran, kabupaten Ciamis- Jawa Barat, kami bermain bersama- sama tanpa memandang watak dan perilaku masing- masing, untuk berkomunikasi digunakan bahasa Indonesia,namun aku dan rindiani biasa menggunakan bahasa Jawa,karena Rindiani memang berasal dari tanah Jawa,tentunya dia mahir berbahasa Jawa,terkadang aku malu padanya (rindiani) dia orang Sunda malah dia pandai sekali berbicara bahasa Jawa yang santun.Waktu itu tahun 1998, usiaku baru menginjak 6 tahun begitu pula dengan mereka berdua usia mereka tak terpaut jauh dari aku. Hari berganti hari waktu kian melaju, setiap saat sepanjang waktu kami selalu bersama- sama walau kadang suka saling bertengkar satu sama lain,tapi kita tetap satu hati,begitu banyak macam permainan yang kami lakoni dulu, dari mulai main layang-layang hingga berburu capung ke hutan kami lakukan, ada beberapa nama permainanyang biasa kami lakukan diantaranya, Neser,Gogoh,Ngurek- ngurek,mancing kinjeng,mancing iwak,mancing yuyu,pasar-pasar candil,gentong,main bola,kasti,basket,ucing umpet,patung- patungan,sapintrong,pc,lompat jauh,godog- godogan,gubuk-
gubukan,ngarah jangkirik,ngobor welut,bandaran,main wayang- wayangan,bulu tangkis,mortas,encrak,pit- pitan,ngaritno wedus,angon wedus,gembala kambing,adu jangkrik,bakar- bakar dan yang lain sebagainya.Juli, 1999 untuk pertama kalinya aku mendaftarkan diri sekolah di SD NEGRI 1 SIDOMULYO, Pangandaran, begitu juga dengan kawanku Rindiani, dia bersamaku,bahkan satu kelas,tapi beda halnya dengan Andrian,dia malah justru meninggalkan kota Pangandaran ini, dia pulang ke kampung halamanya di kota Padang,Sumatera barat ,entah apa yang tengah terjadi,namun itu semua atas kehendak kedua orang tuanya. Kini sahabat sejatiku tinggal Rindiani.dia selalu menjadi sahabat terbaiku dikala duka maupun tawa,kami berdua biasa pergi sekolah bersama-sama dengan sepeda maupun jalan kaki. Juli 2000, kenaikan ke kelas 2 telah dimulai, aku begitu
senang karena aku
peringkat ke 2 dari 18 siswa kelas 1 B SDN 1 SIDOMULYO, Sedangkan Rindiani, dia peringkat ke 7,terpaut jauh dari aku. Waktu begitu cepat berlalu hingga tanpa tersadari kami tengah duduk dikelas 5 SD.Agustus 2003, Ibunya Rindiani telah dipanggil sang Maha Kuasa, hingga dengan keadaan ini membuat Rindiani harus rela pulang kekampung halamanya di Tanah jawa,meninggalkanku dan tentramnya kota Pangandaran ini. Dia benar-benar telah pergi, aku begitu sangat teramat kehilangan sosok seorang sahabat sejati, semenjak saat itu aku tidak pernah lagi mendengar kabar tentang rindiani, hingga saat ini Hari kamis,30 Juni 2011.
-Wahyu iskandar

sepucuk surat untuk pujawati

Juli 2005, Waktu itu aku
baru saja keluar dari
Sekolah Menengah
Pertama, Aku memilih
jalanku sendiri dengan
tidak melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi,
aku lebih memilih untuk
bekerja dan mandiri, itu
semua adalah impianku
sejak kecil, aku berjanji
kepada diriku sendiri, bahwasanya aku akan
hidup mandiri dan tidak
akan meminta kepada
orang tua lagi, impian itu
kini sudah terwujud, aku
telah bekerja di salah satu Home Industri
di kota Ciamis ini, memang
penghasilanku tak
seberapa, hanya cukup
untuk melengkapi
kebutuhanku sendiri dan yang terpenting bagiku
adalah memberi sedikit
tambahan penghasilan
kepada orang tuaku,
karena tinggalah aku
anak satu-satunya, semua kakak – kakaku telah
menikah dan memiliki
rumah sendiri dan
tinggalah aku sendiri
tinggal bersama kedua
orang tuaku yang usianya tidak muda
lagi.Banyak orang
mengatakan aku itu
orang yang sangat dan
teramat tertutup,
keseharianku hanya kulewatkan dalam
kesunyian, mulutku
seakan terkunci untuk
mengatakan sesuatu,
sehingga teman-temanku
tidak mau lagi berteman denganku dan orang-
orang disekitarku
semuanya menjauhiku Mei
Januari 2006 tanpa terasa
telah enam bulan aku
bekerja, aku kenal seorang perempuan,
namanya Pujawati dia
adalah tetangga dimana
tempat aku
bekerja,Pujawati adalah
wanita kedua yang aku cintai, setelah kisah cinta
pertamaku telah berakhir
dengan kekecewaan dan
penuh penyesalan,
Pujawati adalah sosok
gadis yang baik dan ramah tamah kepada
semua, satu hal yang
membuat aku kagum
padanya, yaitu rasa
cintanya padaku, aku
sungguh heran , dari sekian banyak
perempuan, semuanya
berpaling muka ketika
memandang mata cintaku,
namun Pujawati begitulah
beda, dia wanita pertama yang
mengungkapkanperasaan
cintanya kepadaku,
sementara kisah cinta
Pertamaku, Pipit, adalah
aku yang pertama kali mencintainya. Awalnya
aku tidak tahu kalau
pujawati menaruh
perasaan kepadaku,
beliau hanya menitipkan
sepatah salam kepada temanya untuku, seraya
berkata “Salam Buat
Wahyu”, lama kelamaan
kata-kata tersebut
sampai di telingaku dan
dengan perasaan yang ragu-ragu sore hari
setelah pulang kerja, aku
mendatangi rumah
Pujawati dan ngobrol-
ngobrol sedikit,tanpa
membicarakan Soal Salam tersebut, karena aku dan
pujawati adalah seorang
sahabat, jadi sudah biasa
kami ngobrol-ngobrol
layaknya sahabat, Nanti
malam ada konser dangdut dari Ibu kota,
tiba-tiba Pujawati
mengajaku untuk
nonton , “Wahyu, Nanti
malam kamu mau nonton
konser ngga?” Kata Pujawati, “Ya, iya donk,
masa ada artis ibu kota
ngga nonton, kan jarang
ada acara begini” Jawab
aku, “Kalo gitu kamu
ngga keberatan kan aku ikut sama kamu?” Sapa
Pujawati, “Ya Engga,
justru aku senang ada
yang nemenin” Balas Aku,
“Tapi kamu harus izin
dulu ya sama papahku, soalnya aku boleh
bepergian malam
sendirian” Sapa Pujawati,
” Iya dehh” Dengan
perasaan hati yang
berbunga-bunga dan bercampur dengan was-
was, aku pulang dan
mandi kemudian malam
harinya aku mendatangi
rumah Pujawati,
sesampainya disana, pujawati sudah
menantiku di teras rumah
seolah sudah lama
menantiku,lalu Pujawati
menyuruhku masuk, dan
aku duduk diruang tamu, sementara Pujawati ke
dapur untuk
membuatkanku minuman,
aku disuguhi teh hangat
dan sedikit makanan
ringan, dalam lelap aku melamun dan bicara dalam
hati, “Pujawati… pujawati
kamu ngga usah repot-
repot menyuguhiku
seperti itu, hanya
wajahmulah cukup untuk aku pandang” tiba-tiba
Pujawati berkata padaku
“heeey,,, ngelamun aja ,
ngelamunin apa sih? ini
minumnya!” Kata
Pujawati,”Oh Ya Ti,, makasih, jadi ngerepotin
kamu” Jawab aku, “Ko
jadi aku yang repot?
seharusnya aku yang
meminta maaf kepada
kamu, karena aku telah meminta kamu datang ke
rumahku” Sapa Pujawati,
“oh, engga Ti, engga ko,
aku ngga ngerasa begitu”
Jawab aku. Seterusnya
kami ngobrol-ngobrol , hingga tak lama
kemudian papahnya
pujawati mendatangi
kami, beliau berkata “Oh,
ada tamu rupanya, kamu
Yu? sudah lama?” Tanya Papah Pujawati,”Engga ko
Om, baru saja nyampe”
Jawab aku, Lalu kami
ngobrol-ngobrol, hingga
jarum jam tengah
menunjukan Pukul 19.00, kemudian aku
mengungkapkan
tekadku, aku meminta
izin kepada papahnya
pujawati, bahwasanya
aku akan mengajaknya pergi, “Om, Malam ini di
lapang merdeka
Pangandaran mau ada
konser dangdut dan
artisnya katanya dari
Jakarta, itu loh yang sering muncul di TV,”
tanya aku, “Oh ya? malah
engga tahu, tapi Om sudah
tua, ngga suka sama acara
yang begituan, sana kamu
aja yang nonton, kamu kan masih muda pastinya
seneng donk, om juga
dulu waktu masih muda
paling seneng kelayaban
malam, apalagi kalau ada
acara dangdut” Jawab papahnya Pujawati, “Om,
bolehkah aku mengajak
pujawati?” tanya aku “Ya
silahkan, tapi pulangnya
jangan malam-malam,
pujawati itu kan orangnya lemah,
gampang sakit-sakitan
apalagi kena udara
malam” Jawab papahnya
pujawati,Lalu kami
berdua berangkat, suasana malam di kota
Pangandaran kala itu
begitu ramai, apalagi di
Lapangan Merdeka
Pangandaran, Tepat jam
8, artis ibukota itu naik Panggung, semua pasang
mata tertuju padanya tak
terkecuali kami berdua,
hingga tak terasa sudah
membawakan beberapa
lagu dan artis turun panggung kemudian
digantikan oleh artis
lokal, aku mengajak
pujawati untuk pergi
menjauh dari
konser,Malam itu adalah tanggal 15 pada kalender
Jawa, yang berarti adalah
malam bulan purnama,
biasanya ketika malam
purnama tiba aku dan
kawan-kawanku biasa nongkrong dan melihat
bulan purnama dari
pinggir pantai Timur
Pangandaran, itulah hal
yang akan kulakukan
malam itu, aku mengajak pujawati untuk melihat
pemandangan bulan
purnama dari pantai timur
Pangandaran, pujawati
pun mau, setibanya di
pantai timur kami berdua duduk
bersandingan,sambil
ngobrol-ngobrol, “Ti, hal
inilah yang biasa aku
lakukan bersama teman-
temanku kala malam purnama datang
menjelma, kami biasa
nongkrong di pantai
timur dan memandang
indahnya bulan purnama
dilangit” Kata Aku. “Seneng ya jadi kamu,
hidup kamu itu bebas,
kemanapun kamu pergi
ngga ada yang ngelarang,
sementara aku mau pergi
ke warung aja untuk beli jajan ngga boleh ma
papah” Sapa
Pujawati.”Berarti papah
kamu itu sungguh sangat
sayang kepadamu Ti,
papah kamu ngga mau terjadi apa-apa dengan
kamu, dan satu hal Ti
yang mesti kamu ingat
Perempuan dan Laki-Laki
itu berbeda, perempuan
itu adalah makhluk yang suci dan mempunyai
harga diri yang sangat
mutlak, yaitu
kehormatan, dan
perempuan itu wajib
menjaga kehormatanya, jangan sampai
kehormatan itu hilang
dengan cara yang tidak
halal, karena kehormatan
itu adalah harga
dirinya”Jawab Aku . “Subhanallah, aku
sungguh sangat
beruntung mempunyai
sahabat sebaik kamu yu,”
Jawab Pujawati. dengan
hati yang was-was, sebenarnya aku ingin
sekali mengungkapkan
perasaan cintaku pada
pujawati, tetapi seolah
mulutku terkunci, dan
tanpa aku duga tiba-tiba pujawati berkata padaku
“Wahyu, selama ini kamu
itu nganggap aku sebagai
apa?” tanya pujawati
“Maksud kamu apa?
bukanya selama ini kita berteman? ya teman
dhonk”Jawab aku.
“Maksud aku, kamu ngga
pernah sedikitpun merasa
suka padaku? ya maksud
aku kamu nganggap aku lebih dari sekedar
teman?” Tanya Pujawati,
Ketika itu aku langsung
termenung dengan hati
yang dag-dig-dug-ser,
dalam hatiku berkata “aku keduluan sama dia,
mengapa malah wanita
yang mengungkapkan
perasaanya padaku”
“Heeey,, ko malah
bengong?” Tanya Pujawati “Ya ampun Ti,
aku ngga kepikiran kamu
punya pertanyaan kaya
itu padaku,padahal dari
tadi aku sungguh sangat
ingin bicara seperti itu padamu, tapi justru kamu
yang duluan” Jawab aku,
“Jadi, kamu sama seperti
ku?” tanya pujawati, “iya
Ti, aku sudah lama aku
mencintaimu, namun aku menunggu waktu yang
tepat untuk
mengutarakan
perasaanku padamu, dan
saat itu sekarang, tapi
malah kamu dulu yang bicara” Jawab aku, “Aku
pun demikian yu” Kata
pujawati, ” Ti, kamu mau
ngga jadi teman
istimewaku?”
tanyaku,”Maksud kamu teman yang bagaimana?”
tanya pujawati, “Teman
istimewa, maksud aku
kamu mau ngga jadi
kekasihku?” Tanya aku,
sejenak pujawati termenung dan kemudian
berkata “Aku MAu”….
Ketika itu hatiku menjadi
berbunga-bunga serasa
hidupku mempunyai
kehidupan baru, malam itu kami berdua sangat
bahagia , dalam
kebahagiaan itu aku
melantunkan satu sajak
untuk pujawati,”Duhai
rembulan malam nan elok menghiasi atap istana di
bumi Pangandaran ini,
saksikanlah kami sedang
bermadu kasih, berdoalah
kepada Tuhan untuk
kelangsungan cinta kami, Duhai angin malam
terbanglah engkau
kepada sahabat-
sahabatku dan masuklah
kedalam jiwanya sambil
bisikan kalimat cinta padanya, supaya hatinya
tenang dan ucapkanlah
bahwa aku telah
menemukan cinta
sejatiku, lihatlah bintang
bercahaya dia atap langit kota Pangandaran nan
indah,tataplah kami
berdua diantara karang
dan deburan ombak yang
turut serta mengiringi
kebahagiaan kami, tataplah kami seumpama
engkau menatap
rembulan, duhai malam
janganlah engkau
beranjak pergi karena
malam ini aku sangat sekali ingin selalu
disampingnya untuk
menatap dan merasakan
indahnya ilmu cinta, duhai
kekasih tataplah raut
wajahku dan katakanlah aku cinta kamu dan aku
ingin selalu bersamamu,
lalu berjanjilah kamu
untuk tetap
bersamakudalam
duka,canda dan tawa, duhai bahagia merasuklah
kedalam jiwa kami, dan
tentramlah engkau
didalam dan jagalah selalu
kesetiaan hati kami dan
jangan biarkan berpaling, duhai cemburu datanglah
pada kami dan
merasuklah karena tanpa
adanya engkau cinta kami
tak akan sempurna,
wahai malam lantunkan syairku ini kepada semua
cinta di dunia,
bahwasanya malam ini
aku sedang jatuh cinta
dan bermadu kasih dan
sayang”Sejak kejadian itu aku merasa menemukan
hidup baruku, hidup yang
penuh dengan cinta dan
kasih sayang, hubungan
kami semakin hari
semakin menjadi hingga tanpa terasa sudah
hampir mencapai tiga
bulan, ketika itu datang
Pamanku dari Jakarta dan
menawari aku sebuah
pekerjaan dan aku diharuskan merantau
jauh dari pulau Jawa yaitu
di tanah Andalas , Itu
memang sudah menjadi
impianku sejak kecil
untuk pergi jauh dari Pulau Jawa dan mencari
pengalaman.Sore hari
sebelum besoknya
berangkat ke Sumatera,
aku mengajak Pujawati
kekasihku untuk jalan dan seperti biasa kami
duduk berdua di
pinggiran pantai timur,
Pangandaran, sore itu aku
menceritakan semuanya
kepada pujawati, awalnya pujawati tak
mengizinkan aku untuk
pergi, namun setelah aku
bercerita banyak
padanya akhirnya
pujawati merelakan aku pergi meninggalkan kota
pangandaran yang indah
ini, dalam pekatnya kabut
dan gerimis yang
mengguyur
kota Pangandaran di kala itu, aku melantunkan
sepatah kata kepada
pujawati, “Untuk Pujawati
Pujaanku, tiada kata
melainkan maaf, maafkan
aku harus pergi jauh darimu dan meninggalkan
kota Pangandaran yang
indah ini, bukan berarti
aku memutuskan
hubungan kita bukan
pula aku meninggalkanmu namun
hanya pergi darimu untuk
sementara waktu, demi
mengejar impianku,
berjanjilah satu hal
padaku bahwasanya kamu tidak akan pernah
berpaling darikudan
kamu akan selalu merasa
Cemburu ketika aku
dengan wanita lain,
jagalah selalu harga dirimu seumpama engkau
menjaga ragamu!
bisikanlah kata cinta dan
doakanlah untuk
kelangsungan cinta
kita!”…. Pujawati tidak bisa menjawab dengan
kata-katanya hanya
mengangguk disertai air
mata yang berlinang
membasahi kedua
pipinya.. dan satu kalimat lagi ku ucapkan
kepadanya “Selamat
Tinggal Pujawati, selamat
tinggal kekasihku!!?!”dan
keesokan paginya aku
berangkat, sebelum berangkat Paman dan
aku menjemput seorang
sahabat dari Majenang –
Cilacap, dia adalah teman
yang akan seprofesi
dengan aku, dia namanya Mayangsari dia baru saja
lulus SMA, lalu kami
berangkat dengan kapal
air dari Pelabuhan . 3 Hari
3 Malam kami terombang-
ambing diatas lautan.3 hari telah berlalu
perjalanan kami telah
sampai di Pulau Andalas,
tepatnya di kota Deli
Serdang, ini adalah
rumahku, tempat tinggal baruku, dikota ini aku
bekerja sebagai salah satu
karyawan di sebuah
restoran ternama
bersama dengan
mayangsari, aku bekerja bukan dengan sistem
dikontrak melainkan
dengan keinginan sendiri
layaknya kerja di Pabrik,
penghasilanya pun tak
besar, tak lebih dari 1 juta per bulan.rasa jenuh dan
bosan terkadang
menyelimuti hati,perasaan
dan jiwaku namun apa
boleh dikata, mau ngga
mau, betah ngga betah aku harus bisa betah
karena ini bukan di
Jakarta ataupun di
Bandung, ini di Sumatera
di pulau sebrang yang
teramat jauh dari kampung halamanku di
tanah Pasundan. Hari demi
hari kulalui dengan penuh
Duka, Canda, tawa, tangis
dan bahagia bersama
sahabatku Mayangsari, dialah satu-satunya
sahabatku yang selalu
ada di kala akusedih,
dialah yang menghiburku
dengan senyumanya,
dikala aku tersenyum dialah yang membuat aku
tersenyum, dikala
kesibukanku itu aku
mempunyai hobi yaitu
Memainkan alat musik,
yaitu gitar, hampir tiap malam aku selalu
memainkanya, sementara
mayangsari dia
mempunyai hobi menulis,
lemarinya penuh dengan
buku-buku hasil dia menulis, sampai suatu
malam aku duduk di teras
depan rumah di kost
kami, aku memainkan
gitar dan melantunkan
sebuah lagu,tiba-tiba Mayangsari datang dan
duduk disampingku
“Lagu apa yu? kelihatanya
enak didengerin” Tanya
Pujawati, aku hanya diam
dan terus memainkan gitar, tak lama kemudian
mayangsari masuk dan
buku diary nya
ditinggalkanya, tanpa
tersadari aku membuka
buku tersebut dan membacanya, sungguh
aku tak menduga
ternyata dalam diary nya
itu banyak tercatat
tentang aku, rupanya
diam-diam mayangsari mencintaiku, aku seakan
tidak percaya akan hal
itu.

mengungkap kebusukan sri oktavianingrum

Selasa,28 Juli 1998 aku memulai pekerjaan pertamaku sebagai salah seorang kasir di suatu Supermarket di kota Ciamis ini setelah lulus SMA beberapa bulan lalu,profesi ini bukanlah profesi yang aku sukai,terkadang ada rasa jenuh yang selalu menyelimuti pikiranku ,ada juga sebagian orang yang berkata padaku,percuma sekolah tinggi-tingi kalau hanya jadi seorang Kasir, tapi semua itu tak aku masukan dalam hati kawan,, Cita-cita, iya cita-cita, itu mungkin yang saat ini aku tengah
perjuangkan, demi cita-cita itu pekerjaan apapun akan aku lakoni asalkan halal termasuk jadi seorang kasir,,, Sudah hampir setahun aku bekerja disini,karyawan disini berjumlah 8 orang terdiri dari 5 Pria dan 3 Wanita,itupun tidak cukup,bos kami mencari satu karyawan wanita lagi, Alhasil Lia Widowati,yang terpilih menjadi karyawan baru,beliau adalah sahabat sekelasku sewaktu SMP Dulu.dan rumahnyapun tak jauh dariku , Aku merasa senang karena ada teman berangkat dan pulang bersama,tiap pagi aku selalu mendatangi rumah Lia untuk menjemputnya,dan pulangpun selalu bersama,betapa bahagianya aku saat itu kawan, tetapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama. ada seorang sahabatku di tempat kerja,namanya Sri Oktavianingrum,entah
apa yang ada didalam pikiranya sehingga sampai teganya beliau melakukan semua ini pada Lia.Mungkin dia merasa cemburu pada lia,karena selama ini aku tidak bisa menerima cintanya, sudah lama dia menaruh hati padaku,dia selalu memperhatikan aku tetapi aku tidak ada perasaan apapun padanya entah apa yang kurang darinya tetapi aku sungguh sekali tidak bisa mencintainya,walaupun dia selalu dekat denganku,,. Lia selalu menaruh tas bawaanya di laci tempatnya bekerja, pagi itu suasana di supermarket begitu ramai dengan pengunjung,semua sibuk dengan aktifitasnya masing- masing, Pukul 14.00 aku melihat Sri dari kejauhan mendekati tempat kerja Lia dan gerak-geriknya sangat mencurigakan,lalu aku menghampirinya, Sri begitu terkejut sambil memegang tasnya Lia, aku bertanya pada Sri: “Sri, kamu lagi ngapain?” Sri menjawab “Tidak apa-apa” terus dia pergi begitu saja, aku begitu heran. Lia mempunyai barang antik yang orang lain tidak memiliki,yaitu Cupu Manik,yang selalu dia taruh dalam tasnya,biasanya Si Bos selalu meminjam
Cupu Manik tersebut pada Lia, suatu ketika Si Bos menghampiri Lia, Bos: “Lia,aku pinjem cupu manikmu” Lia:”itu ada di tas Pa, ambil aja sendiri!” lalu si bos mengambilnya dari tas Lia, Bencana bagi Lia,ternyata si Bos menemukan sebuah Barang daganya Sebuah Arloji yang harganya lebih dari seratus juta ada didalam tasnya Lia, seketika si bos seperti kesurupan.Dan langsung memarahi Lia habis-habisan, lia hanya bisa terdiam dan menangis, aku coba membela lia “Pa,,ini semua tidak seperti yang bapa bayangkan,lia korban fitnah Pa,tadi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri sri ke tempat kerja Lia dan memegang tasnya lia” Si bos: “alaaah,, itu cuma akal-akalan kamu saja wahyu untuk menutupi kelakuan bejad kekasihmu itu” aku:”tapi pa,,,,” Si bos: “Mulai detik ini juga lia,kamu saya pecat”Hati lia begitu hancur,sore itu aku antar lia kepada orang tuanya dan aku jelaskan semuanya yang telah terjadi,namun orang tua lia hanya bisa pasrah,katanya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Malam harinya aku
mendatangi rumahnya Sri,aku mencoba menuntut keadilan. Tok…tok…tok… aku mengetuk pintu rumahnya sri, lalu ibunya sri keluar, “Eh Wahyu, ada apa yu? itu Sri nya lagi mandi,ayo masuk dulu” aku:”ngga usah bu,aku nunggu diluar saja”Tak lama kemudian Sri keluar “Eh Wahyu,ada apa? tumben-tumbenan kamu ke rumah aku?” Aku:” Sri,,aku tidak pernah menyangka kamu akan melakukan semua itu pada lia, memang apa salahnya Lia, sri?” Sri:”emang aku melakukan apa?” aku:”alaaaah jangan munafik kamu Sri, kamu kan yang menaruh arloji itu di tasnya Lia?” Sri:”tapi….?!” Kemudian Sri terdiam dan merasa dirinya bersalah.Sri:”Wahyu, kamu itu ngga pernah ngertiin perasaan aku,kamu itu agresif, kamu tahu? bahwa selama ini aku teramat mencintaimu,tetapi kamu tak pernah menaruh sedikitpun perhatian kepadaku,kenapa Yu?” Wahyu:”satu hal
Sri,yang aku tak bisa mencintaimu, Sifatmu itu yang tak bisa kucinta,selama ini aku menganggap kamu sebagai adik kandungku sendiri,kenapa kau tega melakukan semua itu padaku Sri?” Sri:” Iya itu kulakukan karena aku ngga mau kehilangan kamu aku ingin disampingmu selamanya aku ingin menjadi yang halal bagimu” Wahyu:”Kalau kau ingin menjadi yang halal bagiku, coba rubahlah cara hidupmu ke jalan yang benar” Sri:”Pasti Yu, aku akan berubah,aku akan lakukan apapun demi mendapatkan cintamu,aku berjanji
akan menjadi wanita yang baik”…

fakta menarik tentang ipp

** IPP PRUMPUNG Adalah suatu komunitas yang tak pernah ada dan diadakan ( palsu) ***IPP PRUMPUNG Bukan sebuah tim
sepak bola ***IPP Prumpung bukan sebuah komunitas kepemudaan ***IPP PRUMPUNG bukan gerombolan preman ***IPP PRUMPUNG bukan anak-anak nongkrong… “Adalah nama suatu situs wapsite yang dibuat dan dikelola oleh WAHYU ISKANDAR,situs wapsite ini menyediakan menu- menu tentang kejadian sehari-hari (Buku Harian) si penulis, juga menyediakan beberapa menu diantaranya Video,Wallpaper,Screen Saver, Themes,MP3,Java Game 3D Dan Lain-lain,.Nama IPP PRUMPUNG Diambil dari nama kampun si penulis yaitu kampung Prumpung yang berada di desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran Kabupaten Ciamis – Jawa Barat. Sedangkan kata IPP Mempunyai makna atau kepanjangan “INSPIRASI PIKIRAN POSITIF” Menyatakan bahwa si penulis menginginkan pola
inspirasi pemikiran yang positif tentang makna kehidupan ini ditengah maksiat yang tengah merajalela dikalangan masyarakat di zaman ini, si penulis mencobamencari jalan hidup yang berbeda dari yang lainya yaitu dengan tidak mengikuti pergaulan bebas teman-temanya. Yaitu minum-minuman keras, kebut-kebutan di jalan, ugal-ugalan bahkan pergaulan sexs bebas dan yang paling parah lagi adalah mengkonsumsi obat- obatan terlarang.
Demikanlah fakta tentang IPP PRUMPUNG dan barang siapa yang mengatakan IPP Prumpung adalah suatu tim sepak bola ataupun komunitas kepemudaan, ITU SALAH BESAR.

selembar kertas untukmu

Alam adalah tempat dimana makhluk hidup berada, Maka dari itu sudah kewajiban kita sebagai makhluk hidup terutama manusia untuk menjaga dan melestarikan alam agar tetap terjaga warna hijaunya bukan untuk merusak alam dan membakarnya. Prumpung adalah nama kampungku, kampung ini terletak disebelah timur desa Sidomulyo, Pangandaran, kampung ini berada diantara luasnya persawahan yang membentang disebelah utara sehingga membuat sebagian besar masyarakat kampung ini bermata pencaharian sebagai petani dan juga penyadap, disebelah utara kampung ini mengalir sebuah sungai yang teramat jernih dan kaya akan ikanya, sungai ini mengalir dari hulu dan sampai ke muara, disebelah utara kampung terdapat genangan air yang cukup dalam bernama kedung gondang, disinilah banyak orang biasanya mencari ikan, ada yang memancing dan adapula yang menggunakan jaring ikan, disini banyak sekali jenisdan nama ikan yang ada diantaranya Ikan gabus, Lele, Sepat , Gedangan , Boso , Mujaer , Kepiting, Udang , Kerang dan masih banyak lagi jenis dan nama ikan yang lainya, disini juga sering dijumpai hewan yang mungkin dibilang sangat langka, yaitu Biawak, hewan ini sesekali muncul ketika kita sedang memancing dan nyanyian burung-burung hutan masih terdengar merdu ditelinga, mereka beterbangan diatas kepala kita dan sesekali hinggap di dahan.Banyak sekali nama jenis burung yang ada disini, diantaranya Serwiti (walet), Kalong (kelelawar), burung pelatuk, gagak, elang,prenjak, kutilang, peking, burung hantu dan
masih banyak nama-nama burung yang lainya. disini juga sering dijumpai bintatang melata/reptil, diantaranya kadal dan ular, ada beberapa jenis ular yang ada, diantaranya ular Sanca, Cobra, bangka laut, telampar, uwi, jangan dan
kebanyakan ular air yang hidup disini.(mongso kapitu) musim ke tujuh dalam penanggalan jawa,inilah musim dimana terjadi panen kepiting dimusim ini banyak kepiting yang bertelur dan menjadi banyak,biasanya para
penduduk memancing kepiting dengan alat yang teramat sederhana yaitu cukup dengan sedikit senar dan senar itu diikati dengan umpan, umpanya beragam ada yang pakai keong, katak dan adapula yang menggunakan ubi/ singkong, biasanya dimusim kepiting seperti ini orang biasa mendapatkan perolehan yang cukup lumayan, diantar satu ember bahkan lebih, biasanya kepiting-kepiting ini dikonsumsi sendiri sebagai lauk, dan pengolahannyapun berbeda-beda, ada yang dibakar, ditumis, dijadikan pelas (urab kepiting), dibuat rempeyek (gorengan) dan yang lainya ada juga sebagian dari mereka yang menjual kepiting- kepiting mereka kepasar. Nyoclok adalah sebutan untuk memancing ikan gabus,memancing seperti ini diperlukan tempatyang berpindah- pindah lokasi dari satu tempat ke tempat lainya, mula-mula kail diberi umpan dengan kodok sawah, yang lebih aneh, biasanya kebanyakan orang memancing umpanya ditenggelamkan, namun ini tidak justru dibiarkan mengambang dipermukaan air dan sedikit digerak-gerakan dengan tujuan supaya
ikan gabus keluar dan menyambar umpan yang ada, sekali memancing biasanya mendapatkan 3-4 kg ikan tergantung
milik.Ciuru adalah nama pesawahan kami , luas pesawahan ini cukup luas, dimusim tanam berarti musim panen belut, belut- belut ini diambil dengan cara dipancing, proses pemancinganya pun
cukup unik, pancing dibuat dari kawat yang dibentuk menyerupai pancing dan di runcingi memakai batu sungai (watu wadas) dan kemudian diikat oleh dua benang lalu benang itu disatukan (ditlampar) menjadi satu, untuk umpanya biasa menggunakan cacing dan anak katak.lalu seorang pemancing harus berjalan mengelilingi sawah dan teriknya matahari guna mencari liang tempat belut berada, kemudian pancing dimasukan kedalam liang belut dan apabila liang tersebut dihuni makam umpanpun langsung disambar,biasanya belut memberikan perlawanan yang cukup kuat untuk menarik pancing kita,apalagi belut jenis sidat (belut putih). Dan dimalam harinya biasa orang mencari belut dengan cara memakai obor (ngobor),ada yang memakai lampu petromak, senter dan ada juga yang memakai alat tradisional yaitu sempor, alat yang dibuat dari bambu dan diisi minyak tanah. sehabis panen padi, musim belalangpun tiba, banyak sekali belalang yang beterbangan kian kemari diantara tanaman padi yang telah dipanen, orang-orang biasa menangkap belalang- belalang itu dengan alat tradisional yaitu Tempaling, alat yang dibuat dari bambu dan dibuat membentuk kerucut.Di Musim kemarau panjang, bukan berarti derita bagi kami, para petani biasanya mempergunakan musim kemarau ini untuk menanam tanaman palawija, seperti kacang hijau, kacang tanah, kacang panjang, timun,jagung dan banyak lagi tanaman yang ditanam.Namun itu semua yang aku ceritakan hanyalah sebuah kenangan manis belaka, sekarang sudah jarang sekali dijumpai ikan-ikan dan kepiting disungai, mereka menggunakan racun dan alat setrum untuk menangkap ikan,dan karena oli dari mesin pembajak sawah yang membuat belut- belut mati, dan mereka menggunakan pestisida untuk mengusir hama tanaman, termasuk juga belalang yang juga termasuk hama tanaman, mereka menggunakan senapan untuk menangkap burun,mereka menangkap reptil-reptil dan biawak, termasuk ular untuk dijual dan semuanya kini telah sulit sekali untuk dijumpai termasuk sidat (belut putih) yang benar-benar telah punah dari kampung kami, mereka siapa? mereka adalah manus├Ča yang tidak bertanggung jawab atas lingkungan.

nasehat untuk sahabat

Jum’at, 20 April 2012,
Sepucuk nasehat untuk
sahabat ” hari ini adalah kesekian
kalinya dimana aku
mencium wangi semerbak
bunga yang kian
mendekatiku, seutuhnya
aku mulai merasakan aura bahagia yang
terpancar darinya, selama
7 surya tenggelam aku
terheran dan menantinya,
hingga mereka (gadis)
yang bermain jari tengah aku abaikan demi melihat
indahnya cahaya
purnama di lorong gelap,
aku termenung di
antaranya, namun waktu
tak jua sirna. hingga di penghujung
surya tenggelam nampak
aku tengah menantinya di
antara sinaran purnama
yang menyinari pelosok
kota Pangandaran yang indah ini, tak lama
kemudian (dia) datang
menghampiriku seraya
berkata ‘wahai sahabat
sesungguhnya aku telah
membuatmu kehilangan sebagian cintamu,
maafkan aku yang telah
mengusik kententraman
cinta dan kasih sayangmu,
aku memang sosok
wanita yang tak tau diri, setelah aku pikir-pikir
aku lebih memilih (dia)
karena (dia) mempunyai
yang aku dambakan, aku
pergI” betapa hancurnya
perasaanku malam itu ketika melihat seorang
bidadari yang
terlewatkan bersama
kekasihnya datang
menemuiku dan
memberikan salam cinta terakhir, rembulan malam
musnah tertutup awan
kelabu dan angin pun
mati terdiam seolah
mengerti tentang hari ini
tentang bidadari yang terlewatkan.
kamu (adalah) bunga
yang kesekian kalinya
aku kecup keningnya dan
kamu pun tak lebih dari
(mereka) yang layu. Wahai rembulan malam
jadilah saksi malam ini
tentang kisah cinta
seorang bidadari cantik
yang membelok dan
menjadi penghianat