puisi tentang cinta

CINTA adalah sekuntum bunga indah menawan yang membuaiku dengan peluk hangat kasih sayang,lembut dekapan naluri pengertian,ungkapan kebaikan dan kejujuran.Curahkan keindahan senyum kesetiaan.rangkaian tenang bijak tindakan.terangkum dalam rajutan kisah kehidupan.datanglah
sejenak untuk kucari makna arti diriku dalam kesekian mimpi indahmu….. Selama masih ada hangat suasana,kesepian tiada lagi kan bermakna.selama masih ada senyum ceria,kebahagiaan kan selalu terasa,selama masih ada kebenaran
mulia,arah hidup kan selalu terjaga.Smua kan baik-baik saja,selama masih ada CINTA disana Bintang berkelip redup menemani sepi,mengalun jauh arungi malam dalam sunyi.Pastikan tercipta mimpi atau harus kupalingkan diri ini.Terasa mulai lelah bisikan lirih cinta semu di hati… S~eandainya E~ngkau L~ebih kenal A~kan diriku lebih jauh, M~ungkin aku A~kan selalu T~ersenyum M~anis buat kamu A~gar kamu L~ebih tau kalau A~ku senantiasa M~erindukanmu…. Ketulusan cinta sejati
bukanlah dicari,akan tetapi harus diresapi,dipahami dan dimengerti.dan yang paling utama bukanlah kecantikan diri akan tetapi keanggunan yang tercermin jauh dari lubuk hati…. Kata orang CINTA itu buta,tak dapat dilihat tak dapat dikira.maka jangan pernah kau raba jangan coba diterka karena engkau takan pernah
menduga kapan cinta akan membuatmu bahagia atau kapan ia akan menyiksa meninggalkan luka,cobalah hayati cinta dengan rasa yang tulus dan setia….. Lembayung senja turun iringi sepi,menuntunku berjalan kearah yang tak pasti.kala malam turun menjelang.anganku tak jua henti melayang terus mengembara
jauh diselimuti hati nan jenuh dalam semakin pekatnya malam,cintaku pun bersinar semakin kelam…. Ku harap kau menyadari apa arti sepinya diri bagaikan pisau mengiris hati apa arti siksaan rindu bagai jiwa tertusuk duri sembilu…. mungkinkah kau akan sadari,sesungguhnya hati ini telah engkau miliki,akankah mungkin semua terjadi,kau datang dan menerima cintaku ini…. Meski tak ada bunga yang sempurna,meski bersatu dengan segala benda yang ada,seiring perasaanmu yang tulus setia pastikan kau akan selalu aku bangga dan cinta.kan aku genggam tanganmu tuk berjalan bersama melintasi hamparan dunia…. Terima kasih Tuhan atas perasaan cinta yang kau anugerahkan mempertemukan perbedaan dalam suatu kisah perjalanan menyatukan serakan puing-puing hati dalam satu kepastian menghapus kehampaan saat hati dalam kesendirian menyatukan langkah ketika tak ada lagi tujuan.semakin membebani makna rangkaian kisah kehidupan…. Jika pesona cimta melelahkanmu,dengarkanlah satu kataku,lupakanlah gelisah dihati,kuatkanlah langkah,basuh lukamu,hari masih panjang dan wakuu masih setia berjalan.Esok mentari pagi pasti kan terbit menghangatkanmu dan langit malam pun akan bertabur bintang menemani tidurmu.Pejamkan matamu sandarkan bebanmu lepaskan sepimu.Percayalah
pasti ada yang kan merindukanmu.rindu tuk menghiasi setiap mimpi indahmu bahagia tuk mencintaimu.tersenyumlah….

kisah tiga sahabat

Wahyu Iskandar, itulah nama lengkapku kawan, semasa kecil dulu, aku mempunyai 2 orang sahabat yang pernah tinggal satu lingkungan bersamaku, kami bertiga begitu berbeda adat dan kebudayaan, Temanku yang satu bernama Andrian,dia asli orang Minang, rumahnya dulu di kota Padang, dia bersama kedua orang tuanya pindah ke Pangandaran, lantaran terhempit masalah ekonomi, sedangkan yang satunya bernama Rindiani, dia adalah orang Sunda yang terlahir dan besar di Tanah Jawa (Majenang,Cilacap), dia pindah ke pangandaran juga mungkin masalah yang demikian,
Sedangkan aku sendiri kawan, aku adalah asli orang Jawa, aku dilahirkan di Tanah Pasundan (Pangandaran) dari
kedua orang tuaku yang juga terlahir di Tanah Pasundan, namun konon katanya Kakek aku berasal dari Tanah Jawa (kebumen). Kami bertiga, Wahyu,Andrian dan Rindiani adalah kawan sejalan di suatu perkampungan bernama Prumpung,desa Sidomulyo,
Kecamatan Pangandaran, kabupaten Ciamis- Jawa Barat, kami bermain bersama- sama tanpa memandang watak dan perilaku masing- masing, untuk berkomunikasi digunakan bahasa Indonesia,namun aku dan rindiani biasa menggunakan bahasa Jawa,karena Rindiani memang berasal dari tanah Jawa,tentunya dia mahir berbahasa Jawa,terkadang aku malu padanya (rindiani) dia orang Sunda malah dia pandai sekali berbicara bahasa Jawa yang santun.Waktu itu tahun 1998, usiaku baru menginjak 6 tahun begitu pula dengan mereka berdua usia mereka tak terpaut jauh dari aku. Hari berganti hari waktu kian melaju, setiap saat sepanjang waktu kami selalu bersama- sama walau kadang suka saling bertengkar satu sama lain,tapi kita tetap satu hati,begitu banyak macam permainan yang kami lakoni dulu, dari mulai main layang-layang hingga berburu capung ke hutan kami lakukan, ada beberapa nama permainanyang biasa kami lakukan diantaranya, Neser,Gogoh,Ngurek- ngurek,mancing kinjeng,mancing iwak,mancing yuyu,pasar-pasar candil,gentong,main bola,kasti,basket,ucing umpet,patung- patungan,sapintrong,pc,lompat jauh,godog- godogan,gubuk-
gubukan,ngarah jangkirik,ngobor welut,bandaran,main wayang- wayangan,bulu tangkis,mortas,encrak,pit- pitan,ngaritno wedus,angon wedus,gembala kambing,adu jangkrik,bakar- bakar dan yang lain sebagainya.Juli, 1999 untuk pertama kalinya aku mendaftarkan diri sekolah di SD NEGRI 1 SIDOMULYO, Pangandaran, begitu juga dengan kawanku Rindiani, dia bersamaku,bahkan satu kelas,tapi beda halnya dengan Andrian,dia malah justru meninggalkan kota Pangandaran ini, dia pulang ke kampung halamanya di kota Padang,Sumatera barat ,entah apa yang tengah terjadi,namun itu semua atas kehendak kedua orang tuanya. Kini sahabat sejatiku tinggal Rindiani.dia selalu menjadi sahabat terbaiku dikala duka maupun tawa,kami berdua biasa pergi sekolah bersama-sama dengan sepeda maupun jalan kaki. Juli 2000, kenaikan ke kelas 2 telah dimulai, aku begitu
senang karena aku
peringkat ke 2 dari 18 siswa kelas 1 B SDN 1 SIDOMULYO, Sedangkan Rindiani, dia peringkat ke 7,terpaut jauh dari aku. Waktu begitu cepat berlalu hingga tanpa tersadari kami tengah duduk dikelas 5 SD.Agustus 2003, Ibunya Rindiani telah dipanggil sang Maha Kuasa, hingga dengan keadaan ini membuat Rindiani harus rela pulang kekampung halamanya di Tanah jawa,meninggalkanku dan tentramnya kota Pangandaran ini. Dia benar-benar telah pergi, aku begitu sangat teramat kehilangan sosok seorang sahabat sejati, semenjak saat itu aku tidak pernah lagi mendengar kabar tentang rindiani, hingga saat ini Hari kamis,30 Juni 2011.
-Wahyu iskandar

mengungkap kebusukan sri oktavianingrum

Selasa,28 Juli 1998 aku memulai pekerjaan pertamaku sebagai salah seorang kasir di suatu Supermarket di kota Ciamis ini setelah lulus SMA beberapa bulan lalu,profesi ini bukanlah profesi yang aku sukai,terkadang ada rasa jenuh yang selalu menyelimuti pikiranku ,ada juga sebagian orang yang berkata padaku,percuma sekolah tinggi-tingi kalau hanya jadi seorang Kasir, tapi semua itu tak aku masukan dalam hati kawan,, Cita-cita, iya cita-cita, itu mungkin yang saat ini aku tengah
perjuangkan, demi cita-cita itu pekerjaan apapun akan aku lakoni asalkan halal termasuk jadi seorang kasir,,, Sudah hampir setahun aku bekerja disini,karyawan disini berjumlah 8 orang terdiri dari 5 Pria dan 3 Wanita,itupun tidak cukup,bos kami mencari satu karyawan wanita lagi, Alhasil Lia Widowati,yang terpilih menjadi karyawan baru,beliau adalah sahabat sekelasku sewaktu SMP Dulu.dan rumahnyapun tak jauh dariku , Aku merasa senang karena ada teman berangkat dan pulang bersama,tiap pagi aku selalu mendatangi rumah Lia untuk menjemputnya,dan pulangpun selalu bersama,betapa bahagianya aku saat itu kawan, tetapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama. ada seorang sahabatku di tempat kerja,namanya Sri Oktavianingrum,entah
apa yang ada didalam pikiranya sehingga sampai teganya beliau melakukan semua ini pada Lia.Mungkin dia merasa cemburu pada lia,karena selama ini aku tidak bisa menerima cintanya, sudah lama dia menaruh hati padaku,dia selalu memperhatikan aku tetapi aku tidak ada perasaan apapun padanya entah apa yang kurang darinya tetapi aku sungguh sekali tidak bisa mencintainya,walaupun dia selalu dekat denganku,,. Lia selalu menaruh tas bawaanya di laci tempatnya bekerja, pagi itu suasana di supermarket begitu ramai dengan pengunjung,semua sibuk dengan aktifitasnya masing- masing, Pukul 14.00 aku melihat Sri dari kejauhan mendekati tempat kerja Lia dan gerak-geriknya sangat mencurigakan,lalu aku menghampirinya, Sri begitu terkejut sambil memegang tasnya Lia, aku bertanya pada Sri: “Sri, kamu lagi ngapain?” Sri menjawab “Tidak apa-apa” terus dia pergi begitu saja, aku begitu heran. Lia mempunyai barang antik yang orang lain tidak memiliki,yaitu Cupu Manik,yang selalu dia taruh dalam tasnya,biasanya Si Bos selalu meminjam
Cupu Manik tersebut pada Lia, suatu ketika Si Bos menghampiri Lia, Bos: “Lia,aku pinjem cupu manikmu” Lia:”itu ada di tas Pa, ambil aja sendiri!” lalu si bos mengambilnya dari tas Lia, Bencana bagi Lia,ternyata si Bos menemukan sebuah Barang daganya Sebuah Arloji yang harganya lebih dari seratus juta ada didalam tasnya Lia, seketika si bos seperti kesurupan.Dan langsung memarahi Lia habis-habisan, lia hanya bisa terdiam dan menangis, aku coba membela lia “Pa,,ini semua tidak seperti yang bapa bayangkan,lia korban fitnah Pa,tadi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri sri ke tempat kerja Lia dan memegang tasnya lia” Si bos: “alaaah,, itu cuma akal-akalan kamu saja wahyu untuk menutupi kelakuan bejad kekasihmu itu” aku:”tapi pa,,,,” Si bos: “Mulai detik ini juga lia,kamu saya pecat”Hati lia begitu hancur,sore itu aku antar lia kepada orang tuanya dan aku jelaskan semuanya yang telah terjadi,namun orang tua lia hanya bisa pasrah,katanya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Malam harinya aku
mendatangi rumahnya Sri,aku mencoba menuntut keadilan. Tok…tok…tok… aku mengetuk pintu rumahnya sri, lalu ibunya sri keluar, “Eh Wahyu, ada apa yu? itu Sri nya lagi mandi,ayo masuk dulu” aku:”ngga usah bu,aku nunggu diluar saja”Tak lama kemudian Sri keluar “Eh Wahyu,ada apa? tumben-tumbenan kamu ke rumah aku?” Aku:” Sri,,aku tidak pernah menyangka kamu akan melakukan semua itu pada lia, memang apa salahnya Lia, sri?” Sri:”emang aku melakukan apa?” aku:”alaaaah jangan munafik kamu Sri, kamu kan yang menaruh arloji itu di tasnya Lia?” Sri:”tapi….?!” Kemudian Sri terdiam dan merasa dirinya bersalah.Sri:”Wahyu, kamu itu ngga pernah ngertiin perasaan aku,kamu itu agresif, kamu tahu? bahwa selama ini aku teramat mencintaimu,tetapi kamu tak pernah menaruh sedikitpun perhatian kepadaku,kenapa Yu?” Wahyu:”satu hal
Sri,yang aku tak bisa mencintaimu, Sifatmu itu yang tak bisa kucinta,selama ini aku menganggap kamu sebagai adik kandungku sendiri,kenapa kau tega melakukan semua itu padaku Sri?” Sri:” Iya itu kulakukan karena aku ngga mau kehilangan kamu aku ingin disampingmu selamanya aku ingin menjadi yang halal bagimu” Wahyu:”Kalau kau ingin menjadi yang halal bagiku, coba rubahlah cara hidupmu ke jalan yang benar” Sri:”Pasti Yu, aku akan berubah,aku akan lakukan apapun demi mendapatkan cintamu,aku berjanji
akan menjadi wanita yang baik”…