10 Best Moment Tahun 2013 Wahyu Iskandar Di Facebook

10 Best Moment Tahun 2013 Wahyu Iskandar Di Facebook.

Iklan

sidomulyo pangandaran

Sidomulyo adalah nama suatu desa di Pangandaran, desa ini berbatasan langsung dengan kecamatan sidamulih disebelah barat, Desa Wonoharjo di selatan, desa Purbahayu di Timur dan disebelah utara berbatasan dengan desa Pager gunung. Masyarakat desa ini sebagian besar bermata pencaharian sebagai Pembuat gula merah atau juga biasa disebut dengan nyadap dan disamping itu lahan pesawahan yang cukup luas membuat masyarakat desa ini juga bermata
pencaharian sebagai petani. Dalam tutur kata sehari-hari sebagian besar menggunakan bahasa Jawa namun ada juga yang menggunakan bahasa Sunda terutama di acara-acara penting seperti Hajatan dan yang lainya. Hampir 70 % masyarakat desa ini berprofesi sebagai penyadap, sebagian dari mereka menyadap di perkebunan kelapa milik pemerintah atau mereka biasa menyebutnya kontrak perkebunan kelapa, namun ada juga sebagian yang menyadap di samping rumahnyasendiri bagi mereka yang mempunyai pohon kelapa sendiri. Nyadap bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, bahkan taruhanya adalah nyawa, Sudah banyak orang yang meninggal akibat terjatuh dari pohon kelapa.Penyadapan dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, diwaktu pagi tidak diperlukan tambahan bahan pengawaet (obat gula) melainkan menggunakan kapur sirih yang telah diencerkan dengan air, untuk satu wadah diperlukan 1 takaran sendok kapur sirih,dan untuk sore hari biasanya menggunakan bahan pengawet (obat gula),Biasanya satu pohon kelapa mampu menghasilkan dua sampai tiga liter air nira, tergantung jenis pohon kelapanya. Nira kelapa yang sudah diambil lalu kemudian direbus sampai mengental menjadi gula merah,proses perebusan inilah yang memerlukan waktu cukup lama,biasanya hampir 2 sampai 3 jam. Setelah nira benar-benar mengental menjadi gula lalu diturunkan dari tungku dan biarkan mengental sambil diaduk-aduk.Lalu sediakan cetakan yang telah ada berupa papan kayu yang sudah dilubangi bagian-bagianya. Untuk takaran nira 60 liter biasanya mampu menghasilkan 14 sampai 16 kg gula merah. Gula merah tersebut dijual kepada bandar dengan harga yang tak menentu,kadang naik dan turun tergantung keadaan ekonomi saat ini.

surat buat sahabat

Kamis, 8 Juli 2011, selepas pulang kerja tiba-tiba handphoneku berdering, itu Ternyata Iskandar, salah satu sahabatku sewaktu kami dulu bekerja bersama-sama disalah satu Swalayan di Kota Ciamis ini, Iskandar mengajaku untuk menemui sahabat kecilnya di Cilacap. tak lama kemudian Iskandar datang kerumahku mengendarai mobil, lalu kami berangkat berdua dari Pangandaran ke Cilacap tepat pada pukul 18.10 selepas sholat Maghrib. Disepanjang Perjalanan menuju Cilacap, Iskandar bercerita banyak kepadaku tentang pengalaman pahit yang tengah dialaminya,. Iskandar: “Wahyu, Seandainya engkau tahu tentang apa yang tengah terjadi pada diri dan jiwaku saat ini,” Wahyu: “Kamu ko Ngomongnya kaya begitu Is, Emang apa yang sedang terjadi padamu?” Iskandar:” Pahit… Sungguh Pahit… Besok Hari minggu aku akan pergi jauh dari kehidupan ini untuk waktu yang cukup lama.aku akan pergi merantau ke Negri Jepang,aku akan coba melupakan kenangan-kenangan pahit yang selama ini aku alami, aku tidak akan menceritakan pengalaman pahit itu padamu wahyu atau pada siapapun biarlah derita ini kuemban sendiri” Wahyu:” Seberapa besar persoalan hidup kamu pasti Allah akan memberikan Jalan keluar, jikalau kamu mau mengubahnya dan kamu meminta kepadaNya, Insyalah terkabul.”Iskandar:”Terima kasih Yu, amanatmu akan selalu kuingat” Wahyu: “Ya Sudahlah Is, Jikalau itu sudah menjadi tekat kamu,aku tidak bisa berbuat banyak untukmu,aku hanya bisa berdoa, Semoga Allah memberikan jalan terbaik bagimu,jalan yang bercahaya, yang selalu berada dalam rahmatNya, dan semoga engkau menjadi orang yang bijaksana setelah pulang nanti dari perantauan” Iskandar: “Amin…amin…amin… Sungguh mulia doamu wahai kawan”.tak terasa kami tengah menginjakan kaki di Tanah Jawa,tepat pada pukul 18.35 kami sampai di desa Rawa Apu,kecamatan Patimuan- Cilacap, lalu kami berjalan terus menuju tujuan kami ke Gandrung Mangu, walaupun medan kurang mendukung tetapi kami sungguh-sungguh menikmati suasana perjalanan ini, sesaat kami sempat berhenti di Pasar Sidareja – Cilacap, untuk makan malam, lalu kami melanjutkan perjalanan dan sampailah di Gandrung Mangu,tepat pada pukul 20.05, kami sudah sampai dirumahnya Tino,dia adalah saudaranya Iskandar. “tok…tok…tok…” Iskandar mengetuk pintu rumah, tiba-tiba Tino datang dari belakang dan membukakan pintu, Tino sungguh terkejut, “Eh,,,orang Pangandaran,gimana kabar? ada angin apa gerangan bisa sampai disini?” Iskandar:”Angin Topan,,he…he…he… kita cuma mau maen aja” Tino:”Ya sudah ayo masuk”saat pertama kali aku masuk kedalam rumahnya Tino, aku merasakan seperti dirumahku di Pangandaran pada tahun 1998, suasananya masih kuno,banyak wayang-wayang nempel di dinding, dan ada pula lidi aren (Sodo Aren) yang ada didepan pintu,ini dimaksudkan untuk mengusir roh jahat yang hendak memasuki rumah kita, dulu juga dirumahku persis seperti itu namun semakin pesatnya perkembangan tekhnologi,kepercayaan seperti itu sudah terhapuskan.Kami ngobrol banyak didalam tentang apa yang dialami masing-masing. Hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 23.30 lalu ibunya Tino menyuruh kami makan, lalu kami makan dengan lahapnya, setelah itu tidur. Pagi-pagi sekitar pukul 05.00 selepas sholat shubuh,kami berpamitan pulang pada Tino dan keluarganya. Iskandar: “Tino terima kasih banyak atas jamuanya” Tino:”Justru aku yang seharusnya berterima kasih pada kalian berdua,karena kalianmasih mau ingat dengan kami, Iskandar selamat jalan semoga engkau mendapatkan kehidupan terbaikmu, Semoga Allah tetap bersama kita” Iskandar: “Insyaallah” lalu kami pulang dan sampai di Pangandaran tepat pada pukul 06.30,lalu aku mandi dan sarapan,terus langsung berangkat kerja..

kekasih pertamaku

Minggu, 7 Oktober 2001, saat itu usiaku menginjak 19 tahun, aku baru saja pulang merantau dari Yogyakarta. Sudah hampir 2 minggu aku dirumah. Tiba-tiba Nur Cahyadi seorang sahabatku menawari aku sebuah pekerjaan, tanpa berfikir panjang lagi aku mau. hari senin, 8 oktober 2001, pagi-pagi sekali aku diantar oleh nur ke tempat kerja, ini adalah pengalaman kerja kedua aku. Tepat pukul 07.00 kami sampai di tempat tujuan,
disinilah tempat kerjaku sekarang, di sebuah Toko Elektronik di Kota Pangandaran, sehari tinggal disini aku langsung betah, dan keesokan harinya aku selalu pulang pergi mengendari sepeda janky Tuaku produksi tahun 1970 an, sepeda ini adalah pemberian ayahku sewaktu aku masih duduk dikelas 1 sd, ketika itu ayah berjanji padaku jikalau aku berhasil menembus sekurang-kurangnya Peringkat 2 sekelas ayah berjanji akan membelikanku sepeda,Berkat kerja keras dan doa,akhirnya aku berhasil meraih Ranking ke 2 dari 18 siswa di SDN 1 Sidomulyo, Pangandaran. Hari berganti hari tanpa terasa aku sudah hampir 1 tahun bekerja di Toko Elektronik ini, disamping aku bekerja aku juga menimba ilmu tentang elektronik disini,walaupun pendidikanku hanya sebatas SMP, aku tengah membuka usaha kecil-kecilan dirumah sebagai tukang servis elektronik disamping aku bekerja disitu.Jum’at, 5 April 2002 aku kedatangan sahabat baru namanya Pipit Anggraeni dari Singaparna- Tasikmalaya, walaupun dia seorang perempuan tetapi dia tak kalah hebat dari aku,dia juga paling jago masalah elektronika, pendidikanya pun sama seperti aku cuma sebatas SMP. Kini hari-hariku semakin berarti ketika adanya sahabat baru. setiap hari setiap waktu kami selalu bersama-sama dalam satu ruangan,bahkan ketika makan siang kami selalu bersama.Tuhan Maha adil, hingga suatu ketika diantara kami tumbuh rasa cinta, dan untuk pertama kalinya aku mengenal perempuan sebagai cinta. Pipit adalah sosok wanita yang baik dan rajin beribadah dan pandai sekali menutup aurat,karena itu yang membuat aku jatuh cinta padanya. Sore hari selepas pulang kerja kami berdua berjalan-jalan ke Pinggir pantai mengendarai sepeda motor milik majikan kami, ini menjadi sore yang paling indah,Kami berdua duduk di tepi pantai, di pantai timur Pangandaran sambil menikmati panorama alam yang indah ini, saat itulah aku berani mengungkapkan perasaanku yang sesungguhnya kepada Pipit, alhasil Pipitpun mau menerima Cintaku, betapa bahagianya aku sore itu, tepat pada pukul 18.00 kami pulang ke tempat kerja dan aku pun langsung pulang ke rumah dengan hati yang berbunga-bunga. Semalaman aku tidak bisa tidur terbayang-bayang selalu wajah Pipit.sikapku yang aneh membuat orang-orang disekelilingku bertanya-tanya, apa yang terjadi padaku?, terutama Si Nur Cahyadi itu, dia selalu bertanya padaku : Nur: “Wahyu, ada apa sih,ngga biasanya kamu se ceria ini? kamu habis menang lotre ya?” Wahyu: “ah,, ngga juga… ada dehhh” Nur: “ih pelit kamu, ceritakan donk padaku apa yang membuat kamu begini,aku kan sahabatmu,” Wahyu:” iya…iya….iya… nanti malem aja ya!” Nur: “janji loh”Malam harinya aku dengan Nur berjalan-jalan menghitari kota Pangandaran yang indah ini,sampai suatu saat kami berhenti sejenak di sebuah rumah makan dan disinilah aku menceritakan semuanya pada Nur. Wahyu:”Nur,sebelumnya aku sangat-sangat mengucapkan beribu-ribu terima kasih padamu, dengan pekerjaan ini aku dipertemukan dengan seorang bidadari cantik,dan ini menjadi yang pertama bagiku,bidadari itu namanya Pipit Anggraeni dia orangSingaparna, Tasikmalaya, dia sosok wanita yang cantik dan baik hati. Nur:”wah…wah…wah… rupanya itu yang membuat kamu jadi ga jelas kaya gini?” Wahyu:” Ga jelas apanya maksud kamu?” Nur:”ya ngga jelas,kamu jadi sering melamun” Wahyu:”oh ya? ngga juga” pukul 21.00 kami pulang kerumah. Hubungan kami semakin hari semakin menjadi,hingga suatu ketika Pipit mengajukan suatu permintaan padaku,bahwasanya dia ingin sekali dipertemukan dengan keluargaku, sebelumnya aku merasa keberatan tetapi pipit terus memaksa aku, hingga akhirnya akupun mempertemukan pipit dengan keluargaku, sore itu pukul 16.00 sepulang kerja aku pulang ke rumah dengan pipit mengendarai sepeda motor milik majikan kami. sesampainya dirumah ibuku begitu terkejut,ketika aku pulang bersama dengan seorang wanita, lalu aku memperkenalkan Pipit kepada keluargaku,terutama ibuku, tanpa berlama-lama lagi, pipit mencium tangan ibuku,layaknya seorang anak, hatiku begitu terharu melihat semua itu. lama setelah ngobrol-ngobrol lalu pipit aku antarkan pulang ke tempat kerja sebelum malam tiba. Semenjak itu hubungan kami semakin tambah erat. Hingga suatu ketika badai derita datang melanda, Senin,17 juli 2006,jam 4 sore aku pulang dari kerja , gempa berkekuatan 5.5 pada skala richter mengguncang kota Pangandaran,semua orang dikampungku ketakutan dan mengungsi ke dataran yang lebih tinggi (pager gunung) sebegitu takutnya sampai-sampai aku tidak memakai baju,untungnya Nur,sahabat sejati, dia membawa bekal pakaian dan memberikanya padaku,aku terpisah dengan keluargaku,aku hanya bersama teman-teman sekampung. Dalam pengungsian aku selalu terbayang-bayangwajah pipit,entah dia masih hidup ataupun sudah mati, tempatku bekerja memang persis dipinggir pantai, dalam pengungsian kami hanya semalam keesokan paginya selepas sholat shubuh kami pulang melewati hutan rimba yang begitu luas dan hanya menggunakan penerang obor yang terbuat dari bambu. Sesampai dirumah ternyata keluargaku sudah ada dirumah, mereka begitu mengkhawatirkan aku, dan Alhamdullilah dikampung kami tidak terjadi apa-apa,Tsunami hanya menerpa sebagian pinggiran pantai saja, namun begitu banyak korban jiwa yang berjatuhan dan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal, pagi-pagi itu juga aku datang ke pantai ke tempatku bekerja,tempat itu sudah porak-poranda rata dengan tanah, aku begitu sedih yang mendalam ketika aku harus kehilangan pipit wanita pertama yang aku cintai. setelah itu aku pulang dengan hati yang remuk redam dan aku berceita banyak akan semua itupada sahabatku Nur Cahyadi, Wahyu:”Nur,inilah akhir dari kisah cinta pertamaku, Pipit anggraeni kini telah pergi untuk selama-lamanya” Nur:”Memang kehidupan ini sungguh sangat adil, ada senyum dan duka itu semua sudah menjadi takdir yang Maha Kuasa,kita harus ikhlas menjalaninya.” Wahyu:”Iya benar kamu, Nur memang kamulah yang selalu ada dan menasehatiku,kaulah sahabatku”.

mengejar cinta yulianto

Dalam gelapnya malam itu Yulianto, adalah nama suatu sosok sahabat yang baik dia sekarang tengah bersekolah di salah satu sekolah menengah atas di kota Pangandaran ini, Yulianto adalah sosok Pria yang tampan, cerdas dan berpengetahuan mendalam itulah hal yang membuat, Karnati,salah seorang gadis juga teman sekelas dari yulianto membuatnya jatuh cinta, tetapi Yulianto bukanlah pria yang mudah jatuh cinta, dia adalah sosok pria yang sangat

  1. teramat tertutup, apalagi dengan wanita ,dengan temannya sendiri dia juga jarang mau berkomunikasi, mungkin sebagian orang beranggapan bahwa yulianto memiliki ilmu magic, tetapi sebenarnya dia tidak mempunyai apa-apa, hanya iman didalam dirinya yang dia punya. bahkan semua orang dikampunya semua membicarakan dia, mereka begitu heran kenapa setiap kali dia bertemu dengan orang dia selalu bersikap acuh tak acuh dan tidak mau menyapa orang itu.Yulianto kini duduk dikelas 3 SMA, Sedangkan Karnati, gadis yang mencintainya, kini duduk dikelas 2 SMA, setiap detik setiap waktu wajah yulianto yang senantiasa selalu menemani kesendirian karnati didalam lamunanya, karnati begitu sukar untuk mengungkapkan pada yulianto bahwa dia sangat bahkan teramat mencintainya, karnati hanya bisa menitipkan salam ke teman-temanya untuk disampaikan kepada yulianto, namun yulianto tidak sama sekalimembalas salam itu, dia sungguh sangat agresif, sampai suatu ketika Karnati memberanikan diri untuk mendatangi rumahnya Yulianto. Hari Minggu, 4 November 2007 jam 12 siang karnati dan kedua temanya mengendarai motor bertiga mendatangi rumah yulianto, saat itu yulianto tengah berada dirumah berdua bersama Pangeran Adas sahabatnya, ketika itu semua keluarga yulianto sedang pergi keluar rumah, lalu karnati berhenti didepan rumah yulianto,lalu sambil berjalan kedepan dan mengetuk pintu, Yulianto sudah mengetahui hal itu sebelumnya bahwa karnati telah datang kerumah dan menghampirinya, yulianto kemudian bertekad dan berkata kepada Pangeran adas, “Ya Pangeran adas sahabatku, alangkah terpujinya andika apabila tiada akan membukakan pintu,sesungguhnya aku tengah dicari oleh tiga sosok wanita yang salah satunya mencintaiku” kemudian Sang Pangeran adas menjawab,”Ya Yulianto, aku akan teguh menjaga persahabatan kita, sesungguhnya aku termasuk kedalam golongan orang-orang bodoh apabila aku menghianatinya” Lama karnati menunggu dan mengetuk pintu namun selama itu pula tiada insan dari dalam rumah yang datang menyambut kedatanganya, kemudian karnati dan kedua sahabatnya beranjak pulang meninggalkan rumah yulianto dan kota santri ini. Hari berganti hari seolah waktu semakin cepat berlalu,tanpa terasa sekolah Yulianto telah memasuki ambang kelulusan, suatu ketika, disaat yulianto berangkat sekolah kesiangan, ketika itu ditempat parkiran motor, tiba-tiba karnati datang seorang diri dari arah kiblat kemudian menuju dan menyapa yulianto, “Hai, To,,, kamu baru berangkat ya, ini udah siang loe, disekolah udah pada baris dilapangan” Yulianto menjawab: “oh ya? kenapa juga antum masih disini? karnati : “yeh…itu juga aku ngga masuk”Yulianto : “oh ya? ya udah aku masuk duluan ya,” Karnati:”Tunggu….!?” Yulianto:”apalagi?” Karnati:”To, sesungguhnya aku ingin sekali berbicara satu hal sama kamu dan itu hal yang aku dari semenjak aku kenal kamu dulu aku ingin sampaikan, kamu harus dengarkan ya to!” kemudian mereka berdua duduk diatas bangku dibawah pohon beringin yang rindang diiringi dengan hembusan angin dipagi hari yang turut serta menemani mereka dikala itu.Karnati: “To, memang cita-cita itu adalah suatu keinginan seseorang untuk dapat mengubah jalan hidupnya dan karena cita-cita itu, seseorang harus rela melakukan apa saja demi itu, tetapi karena itu bukan berarti orang itu tidak perlu bimbingan dari orang lain dan tidak perlu cinta kasih, aku sudah mendengar semua perasaanmu saat ini To, dari sahabatmu pangeran Adas, satu hal yang ingin aku lakukan kepadaku dipagi hari ini,adalah membantumu setulusnya dan mengubah cara hidup yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak pernah berfikir tentang orang lain dan tidak pernah menganggap adanya cinta kasih yang tulus. To, semenjak dulu pertama kali aku bertemu denganmu aku merasakan hal yang berbeda dari yang lain aku merasakan bahwa dirimu adalah sosok terang dalam sisi gelapku yang datang disaat aku butuh cinta, namun dirimu sungguh-sungguh sangat agresifkamu tidak pernah sama sekali memikirkan apa itu cinta dan kesetiaan, yang ada dibenakmu adalah hanya cita-cita yang mungkin tiada akhirnya, aku selama ini terus berusaha mendekatimu walaupun bagaimana caranya. To, aku juga bukan seorang yang mengerti tentang tatakrama dalam kehidupan duniawi ini, aku hanya sosok yang ingin berusaha mengubah jalan hidupmu yang terpuruk dalam kesendirian tiada akhir.To, bisakah engkau memahami semua ini?” Dengan hati yang tergesa-gesa kemudian yulianto berusaha menjawab semua tutur kata yang diucapkan oleh karnati yang begitu berkepanjangan, “Iya…iya…iya… aku tahu kar,, mungkin hatiku selama ini telah terbutakan oleh hawa nafsuku sendiri, sehingga aku tidak bisa merasakan bahwa selama ini ada sosok bidadari cantik dan baik hati yang senantiasa selalu merindukan keberadaanku yang tak menentu ini.aku meminta maaf kepadamu kar, karena selama ini sikapku terhadapmu terlalu agresif bahkan ke semua orang, kamu mau kan membantuku untuk menjadi pria sejati? yang bisa dicintai dan mencintai?” Karnati:”kenapa tidak? memang itu sudah menjadi tekadku sedari dulu, ingin sekali melihat pangeran pujaan hatiku menjadi sosok pria yang sejati yang tidak mementingkan kepentinganya sendiri,” Yulianto: “Kamu berjanji?” Karnati : “iya”Ternyata dibalik perkataan yulianto kepada karnati itu semuanya menyimpan dusta, malam itu yulianto menceritakan semua kejadian yang menimpanya tadi siang kepada Pangeran Adas sang sahabatnya,. Yulianto : Ya Pangeran Adas sahabatku,sesungguhnya aku ini adalah golongan orang yang teramat sulit mencintai dan dicintai,entah setan apa yang tengah merasuki jalan fikiranku saat ini sehingga aku sulit sekali menerima kedatangan Karnati, bidadariCantik dan baik hati yang selama ini senantiasa selalu merindukan dan menginginkan aku untuk berubah, menurut kamu jalan apa yang terbaik buatku ya pangeran adas sahabatku?” Pangeran Adas : “Ya Yulianto sahabatku aku sebagah kawan pastinya akan memberikan hal yang terbaik buatmu, benar kata karnati, kamu itu harus mengubah jauh hidupmu lebih baik dari yang sekarang ini, kamu harus bisa berfikir dewasa bahwasanya kamu hidup didunia initidaklah hanya sendiri, tetapi banyak sekali diluar sana yang membutuhkanmu, dan satu hal yang mesti kau ingat, Tuhan tidak akan memberikan sesuatu jika engkau tidak memintanya. mungkin kurangnya iman dihatimu yang membuatmu termenung sendiri dalam lamunan yang tiada akhir.” Yulianto : “iya mungkin Das, aku perlu mengasingkan diri untuk beberapa waktu, besok setelah pengumuman kelulusan aku akan kuliyah di Jakarta dan tinggal disana.aku minta satu hal padamu das, jelaskan semua ini pada karnati, bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan, aku tidak bisa mencintai karnati aku merasa aku tidak cocok untuk bersanding denganya, dia wanita cantik dan baik hati yang pernah aku kenal , katakan padanya masih banyak lelaki yang lebih baik dariku diluar sana” Pangeran adas : “Insyaallah aku akan sampaikan salamu pada karnati.”hari berganti hari seolah waktu cepat sekali berlalu, hari kelulusanpun tiba, ternyata semua siswa lulus semua, dan tinggal menunggu hari pesta dan perpisahan, namun yulianto nampaknya tidak akan menghadiri hal itu, dia berangkat ke Jakarta lebih cepat dan tidak memberi tahu kepada seorangpun. Waktu itu hari perpisahanpun tiba, semua siswa diwajibkan memakai pakaian pokok dan Jas, seperti biasa Pangeran adas selalu berangkat berduabersama yulianto, ketika itu pangeran adas mendatangi rumahnya Yulianto, lalu pangeran terkejut ketika mendengar yulianto telah hijrah ke Jakarta, lalu pangeran berangkat ke sekolah sendirian. Pagi itu suasana di gedung sekolahan begitu ramai oleh siswa dan wali siswa serta pengunjung yang datang ke sekolahan, ditengah suasana ramainya pesta, kemudian pangeran bertemu dengan karnati, lalu karnati bertanya, “Mana Yulianto? tumben ngga bareng kamu?Pangeran : “Kar,,, Yulianto telah pergi.” Karnati: “pergi kemana? kenapa kamu ngga bilang – bilang sama aku?” Pangeran: “aku juga ngga tau kar, tadi pagi sewaktu aku datang menghampiri yulianto, ibunya bilang bahwa dia sudah berangkat ke Jakarta, dia akan kuliyah disana, sebelumnya dia juga sudah menceritakan semua ini kepadaku namun aku tidak pernah menyangka bahwa dia akan pergi secepat ini meninggalkan kita semua,beliau titip satu hal kepadaku untukmu, kamu itu wanita yang cantik dan baik hati, diluar sana masih banyak yang lebih baik dari Yulianto,kamu harus bisa melupakan yulianto dan berusaha mencari yang laing.” semenjak itu karnati menjadi tertutup dan jarang mau bicara, Pangeran adas lah salah satu orang yang selalu senantiasa menemani keseharianya, kini keduanya telah lulus sekolah, Pangeran adas bekerja sebagai salah satu karyawan di suatuperusahaan ternama di kota Pangandaran ini, sedangkan karnati mulai buka usaha sendiri sebagai pembuat kue kering. setiap saat Pangeran adas dan karnati selalu menghabiskan waktunya bersama-sama, hingga suatu saat tumbuhlah rasa cinta diantara keduanya, waktu terus berjalan hingga hubungan mereka di teruskan ke jenjang pernikahan, kini keduanya telah resmi menjadi suami istri, ternyata usaha kue kering mereka berjalan begitu pesat,hingga sampai di jual keluar kota Pangandaran. Waktu terus berjalan hingga suatu ketika mereka dikaruniani seorang anak perempuan yang begitu cantik, anak itu diberinama Sayidah El syamsa. Disisi lain Yulianto yang kini tinggal di kota Jakarta, diapun menjadi orang yang pintar, dia berhasil menciptakan lapangan kerja sendiri, dia membangun sebuah Toko Elektronik yang lumayan besar itu semua memang hasil jerih payahnya sendiri,Yulianto sampai saat ini belum mempunyai kekasih apalagi istri, kuliyahnya telah lulus setahun yang lalu dan kedua orang tuanya diboyong ke Jakarta. tetapi Yulianto bukanlah sosok kacang yang lupa akan kulitnya dia selalu teringat kampung Glugu Duwur dan tentunya kota Pangandaran yang indah ini, suatu ketika yulianto berencana pergi menemui kampung halamanya dulu, nampaknya didalam hatinya masih terganjal sosok karnati,.Yulianto pergi sendirian, dia tidak membawa mobil pribadinya melainkan dia naik bus kota, sesampainya di terminal pangandaran lalu dia beralih ke mobil lain dan menuju kampung Glugu Duwur, desa Sidomulyo, sesampainya didepan warung Bu Dewi dia turun dan disana nampak sosok karnati sedang menggendong anak kecil, tiba-tiba karnati terkejut melihat kedatangan yulianto dan karnati menghampirinya, dia menyapa Yulianto,”Mas Yuli, ini benar Mas Yuli? gimana kabarnya mas?” Yulianto begitu terkejut melihat karnati menggendong seorang anak lalu dia menjawab “Alhamdullilah baik, kamu sendiri bagaimana kabaranya? ini adik kamu ya?” Karnati begitu was-was dan berkata :”a….a….a…. bukan , ini anaku” ketika itu yulianto begitu tidak percaya, sambil bertanya kembali : “oh ya? kapan kamu nikah? kenapa ngga kabari aku?” Karnati menjawab : “aku menikah sudah lebihdari 3 tahun dulu aku tidak tahu tempat tinggalmu sehingga aku tidak memberi undangan terhadapmu” Yulianto: “oh begitu ceritanya, mungkin Tuhan sudah berkehendak demikian bahwasanya aku tidak bisa menghadiri pernikahan sahabatku, ya udah aku mau pergi dulu ya!” karnati menjawab:” mau kemana?” Yulianto : “kerumah sahabatku Pangeran adas” Karnati:”Ya ampun mas, aku lupa kasih satu hal kepadamu, bahwa Pangeran adas sekarang telah menjadi suamiku”Yulianto: “haaaah??” dia begitu terkejut, kemudian mereka berdua menuju rumah sang Pangeran adas, mereka bertemu . Yulianto langsung memeluk Pangeran sambil berkata, “Ya Pangeran adas sahabatku, sudah lama nian tora ngga ketemu” Pangeran: “ya sahabatku, ada angin apa gerangan sampai membawamu kembali ke kota Pangandaran ini?” Yulianto:”ngga apa-apa aku cuma kepengin saja melihat tanah kelahiranku, ternyata masih sama ya dari yang dulu,oh ya selamat ya atas pernikahan kalian berdua, semoga langgeng sampai ajal yang memisahkan kalian, dan aku ngga menyangka ya, ternyata kamu dulu si pengantar pesan sampai nikah sama karnati, ha..ha..ha” Pangeran:” ah kamu bisa saja, oh ya antum mau tinggal lebih lama kan di Pangandaran? tinggalah dirumahku!” Yulianto: “Iya terima kasih atas budi baik kalian, tapi aku tidak bisa berlama-lama disini, dijakarta sana masih banyak pekerjaanyang aku selesaikan, selamat berbahagia ya buat kalian berdua, aku pulang, Assalamualaikum… Pangeran & Karnati : “Walaikum salam” Dari kisah ini kita bisa menyimpulkan bahwa kita tidak boleh menyia-nyiakan seseorang yang telah berbuat baik dan mencintai kita walaupun bagaimana bentuk dan rupa orang tersebut, dan kita juga tidak boleh mementingkan diri sendiri bahwasanya diluar sana masih banyak orang yang membutuhkan kita… 😉 :>karya ini dipersembahkan khusus untuk mengenang kisah sahabatku Toto Yulianto

 

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.